June 25th, 2010 by admin
Grand Wedding Expo Ke- 14 diselenggarakan Panorama Convex di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, pada 4-6 Juni 2010, menghadirkan lebih dari 150 vendor pernikahan dari Jakarta, Bali dan lain-lain. Ajang ini menarik lebih dari 25 ribu orang pengunjung dan meningkatkan transaksi 20% dari tahun lalu. Panorama Convex menyiapkan aneka hadiah hiburan hingga grand prize satu unit mobil Xenia bagi pengunjung yang beruntung, setelah bertransaksi membayar uang muka Rp 250 ribu (berlaku kelipatanya). Penyelenggara juga melaksanakan kegiatan Yoga for Detox dari Yoga Light,
Berbagai program istimewa ditawarkan. Dapur Coklat menawarkan chocolate corner sesuai tema pesta. Yohannes Bridal memberikan diskon 50% untuk gaun pengantin dari Taiwan. The Harvest menawarkan wedding cake dan wedding giveaways sesuai pilihan calon pengantin. ROSE JEWELLERY memperkenalkan koleksi terbaruya, serta menawarkan potongan harga, luckydraws dan cicilan 0%.
Sumber: www.tempointeraktif.com
Tags: album photo wedding, Aneka, Assembly Hall, Chocolate Corner, Dapur Coklat, foto pre wedding, foto wedding, Grand Prize, Grand Wedding, Hadiah, Hiburan, Jakarta Bali, Jakarta Convention Center, Juga, Lalu, Pesta, photo pernikahan, photo wedding indonesia, pra wedding photo, Satu, Serta, Uang, wedding album, Wedding Cake, Wedding Expo, Wedding Giveaways, wedding photography, Xenia
Posted in Foto Wedding | No Comments »
June 25th, 2010 by admin
Hari pernikahan merupakan salah satu acara yang menyatukan dua insan, beserta keluarganya. Lewat acara tersebut pula, kedua insan yang bertukar ikrar akan mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Tak heran, hari tersebut memiliki nilai khusus. Di kultur masyarakat kita, pernikahan dirayakan dengan bentuk yang beragam. Namun, sebagian besarnya dilakukan dengan tradisi adat asal sang mempelai.
Indonesia memiliki begitu banyak ragam budaya dan adat istiadat. Namun, kehidupan urban sekarang ini sudah tak lagi berkutat dengan gaya berbusana seperti masyarakat di masa lalu. Ketika menyangkut perencanaan hari pernikahan, yang paling pertama perlu dipikirkan adalah tema besarnya. Apakah akan menggunakan tema internasional atau tema adat. Umumnya, tema adat dari asal leluhur adalah pilihan yang akan dipilih.
Untuk memudahkan Anda memilih dan mencari vendor-vendor yang menyediakan pernak-pernik pernikahan sesuai adat asal keluarga Anda, cobalah berkunjung ke Bidakara Wedding Expo 5. Pasalnya, acara yang terbuka untuk umum dan bebas biaya ini akan menggunakan tema “Indonesian Cultural Heritage”, yang akan banyak mengulik seputar pernik pernikahan adat yang ada di Indonesia melalui program-program menarik seputar budaya.
Event expo ini akan diadakan mulai tanggal 18-20 Juni 2010 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta mulai pukul 10.00-18.00 wib. Dalam acara tersebut, Anda akan menemukan lebih dari 100 perusahaan penyedia jasa pesta pernikahan. Mulai dari dekorasi, catering, fotografi, perhiasan, perias, busana, kartu undangan, suvenir, paket bulan madu, gedung pernikahan, dan beberapa perusahaan pendukung lainnya.
Tags: Acara, Adat Istiadat, Asal, Assembly Hall, Bahtera, Bidakara Jakarta, Budaya, Bulan Madu, Dua Insan, Gedung Pernikahan, Jasa, Mulai Tanggal, Nilai, Perencanaan, Pernak Pernik, Pernikahan Adat, Ragam, Rumah Tangga, tae yang, taeyang, taeyang wedding dress, Undangan, wedding dress, wedding dress indonesia, wedding dress taeyang, Wedding Expo
Posted in Wedding Dress | No Comments »
June 25th, 2010 by admin
Perempuan berkebaya tidak identik dengan usia paruh baya, tua. Apalagi dipadupadan dengan songket, salah satu khasanah budaya yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan terus lestari di sejumlah daerah, kebaya juga memesona bila dipakai remaja.
Cermati busana-busana kebaya rancangan Riny Suwardy yang diperagakan pada Bidakara Wedding Expo 5, Sabtu (19/6/2010) di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta. Peragaan busana bertajuk Kemilau Songket Padang, memberi kesan simpel, elegan, dan glamour, serta anggun bagi si pemakainya. Bahkan, tetap terkesan mewah dengan perpaduan detail dan keharmonisan warna-warna payetnya.
Riny mengusung warna-warna abu-abu perpaduan, seperti abu-abu yang keunggu-unguan, abu-abu ke gradasi toska, yang kemudian lari ke gradasi warna hijau dan merah. Pilihan warna bahan yang cenderung beda dengan model busana pengantin kebanyakan.
“Simpel karena model kebaya yang saya rancang lebih banyak menampilkan model-model kebaya pendek. Namun, dengan sentuhan perubahan ornamen-ornamen unik lainnya seperti buntut di belakangnya, sehingga penampilan kebaya tersebut tampak lebih elegan. Keberadaan buntut tidak permanen, sehingga di suatu kesempatan lainnya, si pemakai dapat melepaskannya tanpa menghilangkan kecantikan dan keaggunan kebaya tersebut,” kata Riny, seusai pagelaran.
Ia menambahkan, rancangan kebaya songket Minang juga mendapat tawaran untuk digelar di Amerika Serikat. “Target saya, songket Minang akan saya buat seterkenal batik, dan songket harus go international,” tandas Riny, yang kelahiran Jakarta 19 Januari 1971.
Menurut pemerhati songket Lia, keindahan kebaya-kebaya pegantin Riny Suwardy kali ini tampak menjadi sempurna dengan perpaduan songket Minang, yang memang memiliki cirri khas warna-warna berani dan selalu tampil eye catching.
Dengan sedikit sentuhan ajaibnya, Riny menciptakan suatu kolaborasi cantik dan menarik bagi selembar songket Minang. Menjadi perpaduan yang sejiwa dengan kebaya-kebayanya. “Apalagi kali ini, Riny juga menggunakan songket Minang yang bahannya cukup ringan dan nyaman dikenakan untuk berbagai acara, kata Lia, yang juga manajer artis Marshanda.
Untuk keperluan rancangannya, Riny berburu songket ke Pandai Sikek, Kabupaten Agam dan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Riny juga mendapat dukungan dari Ny Ida Jusuf Kalla dengan koleksi songket Minang yang berlabel Rumah Songket .
Sebagai ikon utamanya, Riny menggandeng artis Marshanda, yang juga merupakan artis yang peduli pada pelestarian budaya songket Minang.
Sumber: http://female.kompas.com
Tags: Abu Abu, Anggun, Bidakara Jakarta, Busana Kebaya, Cirri, Elegan, event organizer wedding, Karsa, Kelahiran, Model Busana, Model Kebaya, Model Model, Peragaan Busana, Perempuan, Perpaduan, Remaja, Songket, taeyang, taeyang wedding dress, Tandas, Target, Warna, wedding dress indonesia, wedding dress lyrics, wedding dress up, Wedding Expo, wedding gown
Posted in Wedding Dress | No Comments »
June 25th, 2010 by admin
BANYAK cara melestarikan lingkungan. Salah satunya, mendaur ulang sampah atau barang bekas.
WAJAHNYA begitu ceria ketika pagi-pagi sekali saya menemui di Perumahan Pesona Landak Indah, Kamis, 24 Juni. Dengan ramah, ia menyambut di depan rumah.
Dialah Erni Fadzry. Nama lengkapnya, Erni Suhaina Ilham Fadzry. Perempuan inilah yang berhasil mendapatkan sertifikat Museum Rekor Dunia Indonesia (MuRI) karena keberhasilannya menghasilkan berbagai kreativitas mengelola sampah dan barang bekas. Bahan-bahan itu diolahnya atau didaur ulang menjadi barang yang bernilai.
Perempuan kelahiran Bandung, 5 Maret 1968, silam ini terbilang sukses mengembangkan usaha daur ulang sampah. Sampah yang terpakai lagi dan sudah tidak berguna, ia olah bersama dengan anggotanya, sehingga menjadi barang yang memiliki nilai estetika tinggi.
Erni menuturkan, awalnya ia konsen memberikan bimbingan yang berkaitan dengan wedding organizer. Yaitu, lembaga kursus khusus untuk keterampilan yang berkaitan dengan pesta pengantin. Seperti menjahit busana pengantin, dekorasi pesta, tata rias pengantin, dan suvenir, serta berbagai keterampilan lainnya.
Nama lembaga kursusnya yaitu Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bu Nandang. Di tempat inilah ia memberdayakan warganya dalam mengelola sampah menjadi barang yang memiliki nilai. LKP Bu Nandang, dinaungi langsung oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Departemen Pendidikan Nasional.
“Kami melakukan ini karena mencintai bumi. Masalah mendasar yang kita hadapi saat ini adalah global warming dan climate change. Karena saya bergerak di bidang pendidikan masyarakat, akhirnya saya beri mereka pendidikan pengolahan sampah non-B3, yaitu tidak berbau, tidak berbahaya, dan tidak beracun,” kata Erni Fadzry.
Menurutnya, untuk mengatasi atau mereduksi global warming tersebut, setiap orang dituntut untuk berkontribusi. Setiap orang, katanya, mestinya berperan menciptakan solusi dengan berbagai pendekatan sesuai dengan kapasitas masing-masing individu.
Karena setiap orang memiliki kapasitas untuk melestarikan lingkungan sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Contohnya wartawan, sumbangsihnya untuk pelestarian lingkungan, adalah sosialisasi kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan,” lanjut Erni Fadzry.
Sumber: fajar.co.id
Tags: Barang Bekas, Busana Pengantin, Daur Ulang Sampah, Dekorasi, Departemen Pendidikan Nasional, event organizer wedding, Kelahiran, Kreativitas, Landak, Lingkungan, Lkp, Menjahit, Nilai Estetika, paket wedding, Pelatihan, Perumahan, Pesona, Pesta, Silam, Suvenir, Tata Rias Pengantin, wedding organizer, wedding organizer bali, wedding organizer bandung, wedding organizer indonesia, wedding organizer jakarta, wedding planner, wedding planner organizer
Posted in Wedding Organizer | No Comments »
June 25th, 2010 by admin
Bidakara Wedding Expo 5 telah berlangsung sejak 18 Juni dan akan berakhir hari ini, 20 Juni 2010. Sudah sempat berkunjung ke sana? Jika belum, Anda perlu tahu, bahwa ada beberapa program unggulan yang bisa Anda kunjungi di sana dan menikmati sajian dan penawaran yang berbeda dari kegiatan yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
Satu program yang membedakan Bidakara Wedding Expo 5 (BWE5) dari pameran pernikahan mereka di tahun-tahun sebelumnya, adalah tema yang dihadirkan. Di bawah payung tema “Indonesian Cultural Heritage”, BWE5 mengutamakan budaya sebagai fokus untuk para pengunjungnya.
Tak tanggung-tanggung, BWE5 bersama Rumah Kampung Elite Decor membangun sebuah panggung bermotif batik pertama di Indonesia. Memang, konsep sebuah pertunjukkan berbalut batik ini bukanlah yang pertama, sebelumnya pernah ada Mercedes Indonesia yang “mendandani” salah satu mobilnya dengan batik, lalu Trakindo yang membalut salah satu traktornya dengan batik. Dibuatnya panggung batik dengan ukuran dimensi 12 meter x 4 meter dengan lidah catwalk berukuran 2,5 meter x 4 meter, dan tinggi 0,8 meter, membuat panggung ini mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai Panggung Pergelaran Bermotif Batik Pertama di Indonesia pada tanggal 18 Juni 2010.
Selain panggung yang bisa menjadi daya tariknya, Anda juga bisa menikmati pameran busana dari perancang-perancang kenamaan. Khusus untuk hari ini, (20/6/2010), akan ada peragaan busana dari Prestige by Inar pada pukul 19.00. Menjelang acara tersebut, Anda bisa mengikuti demo masak dari Chef Buyung Radiansyah pada pukul 13.00-14.00. Lalu diikuti dengan talkshow dari Bidakara Medical Center pada pukul 14.00-15.00, demo make up pengantin Solo (Basahan) by Tien Santoso pada pukul 16.00-17.00. Diikuti dengan talkshow dari Rumah Pesona Kain pada pukul 17.00-18.00.
Selain acara-acara tersebut, Anda juga bisa menikmati pameran dan mencoba langsung teknik membatik tulis dengan canting yang dipersembahkan oleh Griya Batik Gemati. Ditambah lagi pameran kain tradisi Indonesia koleksi Rumah Pesona Kain yang memamerkan 20 koleksinya, mulai dari Tenun Gringsing Bali, Batik Daleman, hingga Tenun Tapis Lampung. BWE5 diadakan mulai dari pukul 10.00-21.00 wib tanpa biaya masuk bagi pengunjung.
Tags: Batik, Bidakara, Bisa, Budaya Bangsa, Cultural Heritage, Elite Decor, foto pre wedding, foto wedding, Griya, invitation wedding, lagu wedding, Lalu, Menikmati, Pameran, Panggung, Payung, Penawaran, Pernikahan, pra wedding, pre wedding, pre wedding photo, Sajian, Santoso, Talkshow, the wedding, Trakindo, Warisan Budaya, wedding card, wedding dress, Wedding Expo, wedding organizer, wedding photo, wedding ring
Posted in Pre Wedding | 1 Comment »